Mendagri dan Wali Nanggroe Bahas Otsus dan Pembangunan Aceh

π˜½π™šπ™§π™žπ™©π™–π™π™§π™šπ™£π™™.π™žπ™™. – Jakarta – Suasana hangat penuh keakraban mewarnai pertemuan silaturahmi antara Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia (PYM) Teungku Malik Mahmud Al Haythar di kediaman dinas Mendagri, Jakarta, Sabtu (12/7/2025).

Dalam pertemuan santai sambil makan siang tersebut, keduanya membahas sejumlah isu penting yang menyangkut kemajuan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Aceh.

Tito menyambut baik kedatangan Wali Nanggroe beserta rombongan, dan menyampaikan apresiasi atas langkah silaturahmi yang sekaligus membuka ruang diskusi strategis.

Beberapa poin penting yang dibahas meliputi penguatan kelembagaan Wali Nanggroe dari sisi struktur organisasi, sistem perencanaan, penganggaran hingga mekanisme evaluasi kinerja.

Tak hanya itu, diskusi juga mencakup optimalisasi potensi daerah guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota se-Aceh.

“PAD bisa ditingkatkan dengan menciptakan iklim investasi yang ramah dan memperluas akses pasar global. Transparansi dan akuntabilitas tata kelola keuangan daerah juga menjadi kunci,” jelas Tito.

Ia juga menegaskan dukungan penuh Kemendagri terhadap penguatan peran kelembagaan Wali Nanggroe.

Bahkan, Tito mendorong agar Wali Nanggroe bersama Gubernur Aceh melakukan audiensi langsung dengan Presiden Prabowo Subianto guna membahas Dana Otonomi Khusus (Otsus) secara lebih mendalam.

β€œModel pengelolaan Dana Otsus seperti di Papua, dengan skema block grant dan earmarking untuk program tertentu, bisa jadi opsi yang relevan diterapkan di Aceh,” ujar Tito.

Pertemuan tersebut turut dihadiri pejabat tinggi Kemendagri, antara lain Sekjen Tomsi Tohir, Irjen Sang Made Mahendra Jaya, Dirjen Bina Adwil Safrizal ZA, Kapuspen Benni Irwan, dan jajaran lainnya.

Sementara dari pihak Aceh, Wali Nanggroe turut didampingi oleh Guru Besar UIN Ar-Raniry sekaligus anggota Majelis Tuha Peut Syahrizal Abbas, Staf Khusus Bidang Diplomasi Mohammad Raviq, Kepala Sekretariat Abdullah Hasbullah, serta Kepala Subbag Program dan Perencanaan T. Ambral Ponda.