Daerah  

Macan Tutul Jawa Terekam di Sanggabuana

BeritaTrend.id. – PURWAKARTA – Upaya pelestarian satwa langka kembali dilakukan di Pegunungan Sanggabuana.

Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwakarta bersama Yayasan Sanggabuana dan Prajurit TNI dari Menlatpur Kostrad Sanggabuana memasang camera trap atau kamera sensor gerak untuk memantau keberadaan Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas), Kamis (22/05).

Lokasi pemasangan dilakukan di wilayah RPH Cigunung Sari dan RPH Cintalanggeng, titik-titik yang pernah terdeteksi jejak keberadaan satwa liar dilindungi tersebut.

“Petugas kami bersama Polhut dan masyarakat yang tergabung dalam LMDH akan menjaga kamera yang terpasang, serta mengedukasi warga untuk tetap waspada saat beraktivitas di sekitar kawasan hutan,” ujar Widi Wiliady, Administratur Perhutani KPH Purwakarta.

Menurut Bernard, koordinator tim dari Yayasan Sanggabuana, kegiatan ini tidak hanya sebatas survei populasi.

“Kami juga mengumpulkan data tentang satwa mangsa, potensi konflik, dan ancaman perburuan liar di kawasan seluas 16.500 hektare,” jelasnya.

Pegunungan Sanggabuana dan kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Pangkalan merupakan habitat penting dengan nilai keanekaragaman hayati tinggi.

Tercatat 432 jenis satwa telah diidentifikasi di kawasan ini, termasuk 41 spesies yang dilindungi, banyak di antaranya satwa endemik Jawa dan masuk daftar IUCN Red List serta CITES.

Dengan dukungan dari Sintas Indonesia, survei ini menjadi langkah strategis untuk menjaga keberadaan predator puncak ekosistem Jawa yang kini semakin langka.