BeritaTrend.id|– Labuhanbatu Utara — Gelombang kritik terhadap kinerja Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu terus menguat.
Setelah aksi demonstrasi Aliansi Masyarakat di depan gerbang Polres Labuhanbatu, Kamis (16/1), kini Ketua LSM Lembaga Pengawas Penyelenggara Negara (LPPN) Labuhanbatu Utara, Bangkit Hasibuan, turut melontarkan protes keras.
Bangkit menilai Polres Labuhanbatu, khususnya Kasat Narkoba AKP Iwan Mashuri, gagal menunjukkan komitmen dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah Labura.
Ia bahkan mendesak Kapolres yang baru, AKBP Wahyu Endrajaya, segera mengevaluasi dan mencopot jabatan Kasat Narkoba.
Menurut Bangkit, peredaran narkoba di Desa Kuala Bangka, Kecamatan Kualuh Hilir, semakin merajalela dan seolah tak tersentuh hukum.
Kondisi tersebut memicu kecurigaan publik terhadap aparat penegak hukum.
“Kasat Narkoba sudah berulang kali berjanji menangkap bandar berinisial RT di Kuala Bangka. Tapi sampai sekarang tetap bebas berjualan. Ini membuat masyarakat curiga ada pembiaran,” ujar Bangkit kepada wartawan, Jumat (16/1/2026).
Ia menegaskan, ketidaktegasan aparat berpotensi memperparah kerusakan generasi muda di kawasan pesisir tersebut.
Bangkit juga mengaitkan tuntutannya dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto terkait pemberantasan narkoba dan reformasi penegakan hukum.
Selain itu, informasi yang dihimpun menyebutkan RT diduga memiliki jaringan dengan pelaku narkoba di wilayah Kampung Baru, Aek Kanopan.
Sementara itu, upaya konfirmasi media kepada Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu AKP Iwan Mashuri melalui pesan WhatsApp pada Jumat (17/1/2026) belum mendapat tanggapan meski pesan telah terbaca.
Masyarakat berharap Kapolres Labuhanbatu yang baru dapat mengambil langkah tegas demi memutus rantai peredaran narkotika di Labura.


