BeritaTrend.id. – Tangerang Selatan Sabtu, 31/05/25. – Meski Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan mengklaim telah memasang lebih dari 65 ribu titik Penerangan Jalan Umum (PJU) di berbagai wilayah, kenyataan di lapangan menunjukkan kondisi yang jauh dari harapan.
Keluhan warga terkait lampu jalan yang mati atau tidak berfungsi masih terus berdatangan, bahkan memicu kekhawatiran akan meningkatnya potensi kecelakaan dan kriminalitas.
Salah satunya disampaikan oleh Andi (35), warga Ciputat, yang sudah lebih dari tiga bulan harus melintasi jalan utama dalam kondisi gelap total.
“Lampu jalan di sini sudah lama mati. Ini jalan ramai, banyak pengendara dan pejalan kaki yang lewat. Tapi malam hari seperti jalan hantu. Sangat berbahaya,” ujar Andi kepada beritatrend.id.
Dishub Akui Kendala, Tapi Tak Ada Kepastian Perbaikan
Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Bidang PJU Dishub Tangsel, Eka, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menghadapi sejumlah hambatan. “Beberapa titik memang rusak.
Kami sedang berupaya memperbaiki secara bertahap, meskipun ada keterbatasan anggaran dan kendala teknis,” jelasnya.
Namun, ia tidak menyebutkan waktu pasti kapan perbaikan akan selesai.
Pernyataan itu dinilai tidak memuaskan banyak warga. Mereka menilai respons dari Dishub sangat lambat dan minim pengawasan.
“Kami tidak melihat tindakan konkret. Laporan sudah masuk berkali-kali, tapi hasilnya nihil,” kata warga lainnya yang tidak ingin disebutkan namanya.
Distribusi Tak Merata, Transparansi Dipertanyakan
Selain soal kerusakan, sejumlah pengamat tata kota juga menyoroti distribusi PJU yang dianggap tidak merata.
“Angka 65 ribu titik itu terdengar mengesankan, tapi bagaimana distribusinya? Apakah lampu itu benar-benar menyala? Jika tidak, itu hanya menjadi statistik tanpa makna,” ujar seorang pengamat perkotaan.
Hingga kini, tidak ada data publik yang transparan dari Dishub terkait lokasi pasti titik-titik PJU, mana yang aktif, dan mana yang tidak.
Kondisi ini memicu desakan dari masyarakat agar Pemerintah Kota Tangerang Selatan turun tangan langsung memastikan fungsi infrastruktur dasar ini berjalan optimal.
Warga Desak Evaluasi dan Tindakan Nyata
Warga berharap Pemkot Tangsel tidak hanya mengandalkan laporan internal, melainkan juga melakukan audit langsung ke lapangan dan membuka data PJU secara terbuka.
“Kami butuh transparansi dan solusi nyata, bukan janji dan angka-angka kosong,” tegas Andi.
Minimnya penerangan jalan bukan hanya sekadar soal kenyamanan, tapi menyangkut keselamatan dan hak dasar masyarakat.
Dalam situasi ini, keterbukaan informasi, efektivitas pemeliharaan, dan keberpihakan pada kepentingan warga menjadi kunci utama untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap layanan Dishub Tangsel.