BeritaTrend.id.|– Labuhanbatu – Polemik penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Al Washliyah (UNIVA) Labuhanbatu kembali jadi sorotan publik.
Rektor definitif UNIVA, Dr. Basyarul Ulya Nasution, menegaskan penolakan keras atas pengangkatan Raja Fanny Fatahillah sebagai Plt Rektor.
Menurut Basyarul, keputusan yang tertuang dalam SK PB Al Washliyah Nomor Kep-513/PB-AW/XII/IX/2025 tersebut cacat hukum, tidak sesuai prosedur, dan bertentangan dengan Statuta UNIVA.
“Raja Fanny Fatahillah itu anak Ketua Umum Al Jam’iyatul Washliyah, sekaligus mantan calon Wakil Bupati Labuhanbatu di Pilkada 2024 yang kalah. Selain itu, dia belum bergelar doktor sehingga tidak memenuhi syarat menjadi Rektor,” kata Basyarul saat konferensi pers didampingi para dekan dan Senat kampus.
Basyarul bahkan menegaskan siap menempuh jalur pidana bila persoalan ini tidak ditindaklanjuti sesuai aturan.
Dukungan dari Senat dan Majelis Pendidikan
Penolakan ini diperkuat oleh surat pernyataan Majelis Pendidikan PB Al Washliyah Nomor Int-222/MP.PB-AW/XXII/IX/2025 yang ditandatangani H. Ridwan Tanjung dan H. Muhammad Razvi serta diketahui Sekjen PB Al Washliyah, Dr. Ir. H. Amran Arifin.
Ada empat poin utama dalam surat tersebut, di antaranya:
- Menolak dan tidak mengakui penunjukan Plt Rektor karena cacat hukum.
- Menyebut penunjukan tidak sesuai etika organisasi dan tanpa musyawarah PB Al Washliyah.
- Menunggu hasil investigasi internal PB Al Washliyah.
- Menegaskan Dr. Basyarul Ulya Nasution masih sah sebagai Rektor definitif UNIVA Labuhanbatu.
“Kami tidak ingin kampus kembali bergejolak. UNIVA pernah terkena sanksi akibat konflik internal, jangan sampai terulang,” jelas Basyarul.
Meski diterpa kisruh, ia memastikan aktivitas akademik tetap berjalan normal.
“Masa jabatan saya memang berakhir November mendatang. Saya legowo asal semua sesuai aturan,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, Ketua Umum PB Al Washliyah, Dr. H. Masyhuril Khamis, maupun putranya Raja Fanny Fatahillah, belum memberikan tanggapan meski sudah dihubungi wartawan.
Publik kini menanti langkah bijak PB Al Washliyah agar keputusan organisasi tidak menimbulkan kesan nepotisme dan tetap menjaga marwah pendidikan di UNIVA Labuhanbatu.


