BeritaTrend.id. –Tangsel, — Suasana penuh semangat menyelimuti kantor Kelurahan Jurangmangu Timur, Tangerang Selatan, saat acara khitanan massal digelar pada Minggu (29/6).
Kegiatan sosial ini sukses menyatukan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pihak kelurahan, tokoh masyarakat, Babinkamtibmas, RT/RW, Karang Taruna, hingga para kader PKK.
Diselenggarakan atas kolaborasi antara Kelurahan Jurangmangu Timur, Rumah Zakat, dan didukung penuh oleh CSR Amgala Foundation, acara ini menargetkan 60 anak sebagai peserta khitan.
Lurah Jurangmangu Timur, H. Ahmad Gozali SHI, menyampaikan bahwa kuota awal sebenarnya hanya 35 peserta.
Namun, karena antusiasme warga, jumlah tersebut melonjak hingga 60 anak hanya dalam hitungan jam.
“Awalnya hanya 35, tapi minat warga luar biasa. Bahkan sampai malam sebelum acara masih ada yang menghubungi. Tapi karena keterbatasan waktu dan persiapan, kami batasi di angka 60,” jelas Gozali.
Tak hanya khitan gratis, peserta juga mendapat berbagai fasilitas seperti uang saku, alat tulis, sarung, beras, makanan, Al-Qur’an, hingga buku Iqro.
Program ini dinilai tepat waktu karena bertepatan dengan liburan sekolah dan awal Tahun Baru Islam, momen yang dianggap penuh berkah.
Selain khitanan, acara juga dirangkaikan dengan kegiatan pengajian bulanan yang diikuti sekitar 300 jamaah perempuan, menambah nilai spiritual dalam kegiatan ini.
Yulia, Koordinator Program dari Amgala Foundation, menegaskan pentingnya kegiatan ini.
“Khitan bukan hanya ibadah, tapi juga bentuk menjaga kesehatan anak-anak. Harapannya, program ini bisa menjangkau daerah-daerah pelosok yang masih membutuhkan,” ujarnya.
Kegiatan ini turut didukung oleh mahasiswa IIQ Jakarta yang sedang menjalani Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di kelurahan tersebut.
Salah satunya, Rizqi Amelia, menyebut keterlibatannya sebagai pengalaman yang sangat berharga.
“Kami mulai stand by sejak pukul 05.30 pagi. Kegiatan ini memberi kesempatan kami untuk benar-benar hadir di tengah masyarakat,” katanya.
Harapannya, kegiatan serupa bisa terus berlanjut dan bahkan berkembang.
“Tahun lalu 50 peserta, tahun ini 60. Siapa tahu tahun depan bisa tembus 100,” kata Gozali optimistis.