Kemendagri Soroti Kenaikan Harga Jelang Ramadan

BeritaTrend.id|Jakarta — Kementerian Dalam Negeri menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap harga bahan pokok menjelang Ramadan setelah mulai muncul indikasi kenaikan di sejumlah daerah.

Pemerintah menilai lonjakan sekecil apa pun perlu segera direspons agar tidak berkembang menjadi tekanan yang lebih besar bagi daya beli masyarakat.

Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir mengatakan kenaikan harga sebelum Ramadan menjadi peringatan bagi pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat pemantauan distribusi dan stok pangan.

Menurut dia, stabilitas harga merupakan tanggung jawab utama negara dalam menjaga kesejahteraan masyarakat.

Ia menekankan bahwa setiap harga yang melampaui batas eceran harus segera ditelusuri penyebabnya.

Respons cepat dinilai penting untuk mencegah praktik yang dapat mengganggu rantai pasok atau memicu spekulasi pasar.

Tomsi juga menyoroti fenomena kenaikan harga di wilayah produsen, khususnya komoditas hortikultura.

Kondisi ini dinilai tidak lazim dan perlu pengawasan ekstra agar ketersediaan pasokan benar-benar dirasakan masyarakat setempat.

Pemerintah daerah, Tim Pengendali Inflasi Daerah, dan Satgas pangan diminta aktif turun langsung ke pasar guna memastikan stabilitas harga.

Pengendalian inflasi, kata dia, tidak cukup dilakukan melalui rapat koordinasi, melainkan harus diikuti pemantauan lapangan yang berkelanjutan.

Ia mengingatkan aparatur agar melihat persoalan harga dari perspektif masyarakat.

Kenaikan yang tampak kecil bagi sebagian pihak bisa berdampak besar bagi rumah tangga berpenghasilan terbatas.

Kemendagri berharap pengawasan yang disiplin dan konsisten dapat menjaga harga pangan tetap terkendali selama Ramadan, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap peran pemerintah dalam melindungi kebutuhan pokok.