Kejati Sumsel Geledah Rumah Dirut PT KMM Terkait Korupsi Semen

BeritaTrend.id|PALEMBANG – Tim penyidik kembali mengintensifkan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi distribusi semen di Sumatera Selatan. Rabu, 25 Februari 2026, aparat melakukan penggeledahan di dua lokasi strategis yang diduga berkaitan erat dengan alur distribusi dan penjaminan kegiatan usaha tersebut.

Penggeledahan dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penggeledahan Kepala Kejati Sumsel tertanggal 20 Februari 2026 serta Surat Penetapan dari pada 23 Februari 2026.

Dua lokasi yang menjadi sasaran adalah rumah tersangka berinisial DJ, Direktur Utama PT KMM, di kawasan Mustika Perdana, Alang-Alang Lebar, serta Kantor Cabang Palembang di Jalan Kapten A. Rivai, Ilir Barat I.

Mengurai Pola Distribusi dan Penjaminan

Sumber di internal kejaksaan menyebutkan, fokus penyidikan mengarah pada pola distribusi semen dalam wilayah Sumatera Selatan periode 2018–2022 yang diduga tidak berjalan sesuai ketentuan.

Penyidik menelusuri kemungkinan adanya manipulasi volume distribusi, pengaturan wilayah pemasaran, hingga potensi rekayasa dokumen penjaminan.

Keterlibatan lembaga penjaminan menjadi salah satu titik krusial yang tengah didalami.

Penyidik menduga terdapat keterkaitan antara fasilitas penjaminan dengan skema distribusi yang berujung pada potensi kerugian keuangan negara.

Dalam penggeledahan tersebut, tim menyita sejumlah dokumen fisik dan elektronik yang dianggap relevan dengan konstruksi perkara.

Dokumen-dokumen itu diyakini memuat data transaksi, kontrak kerja sama, serta laporan distribusi selama empat tahun terakhir.

Peran Direktur Utama Jadi Sorotan

Nama DJ sebagai Direktur Utama PT KMM disebut memiliki peran sentral dalam pengambilan keputusan strategis perusahaan selama periode yang diselidiki.

Penyidik menelusuri apakah kebijakan distribusi dan kerja sama bisnis dilakukan sesuai prosedur atau justru menjadi pintu masuk praktik koruptif.

Sejauh ini, kejaksaan belum mengungkapkan secara rinci nilai potensi kerugian negara.

Namun, sumber penegak hukum menyebutkan angka kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah, bergantung pada hasil audit lanjutan.

Pengembangan Perkara Masih Terbuka

Kegiatan penggeledahan berlangsung dalam situasi aman dan kondusif. Aparat memastikan seluruh prosedur hukum dijalankan sesuai ketentuan.

Kasus ini dinilai berpotensi berkembang. Tidak tertutup kemungkinan adanya penetapan tersangka baru apabila dari hasil penyitaan ditemukan bukti tambahan yang menguatkan dugaan keterlibatan pihak lain.

Penyidikan dugaan korupsi distribusi semen ini menjadi perhatian publik karena menyangkut sektor bahan bangunan strategis yang berkaitan langsung dengan pembangunan infrastruktur daerah.

Kejati Sumsel menegaskan komitmennya untuk menuntaskan perkara secara transparan dan profesional.