BeritaTrend.id. – Jakarta – Kepala Biro Humas dan Protokol Kementerian ATR/BPN, Harison Mocodompis, menekankan pentingnya kepekaan terhadap isu publik bagi satuan kerja (Satker) di daerah.
Ia menyebut bahwa instansi vertikal seperti ATR/BPN harus mampu berkomunikasi secara aktif dan responsif terhadap dinamika yang berkembang di tengah masyarakat.
Hal ini disampaikan Harison dalam sesi penutupan Evaluasi dan Analisis Kinerja Program dan Kegiatan Triwulan II Tahun 2025 yang digelar secara daring pada Kamis (17/7/2025).
“Teman-teman Satker harus punya sense of crisis. Bukan cuma soal menjalankan program sesuai SOP, tapi juga memahami sentimen publik dan media,” ujar Harison.
Menurutnya, setiap Satker di daerah harus mampu membaca situasi dan menjadi garda terdepan dalam memberikan informasi yang berimbang, terutama ketika muncul isu-isu strategis.
Ia mencontohkan kasus Mbah Tupon di Yogyakarta yang sempat viral dan mendapat perhatian luas dari publik.
Harison mengapresiasi langkah cepat Kepala Kanwil BPN DIY, Dony, yang bersedia menjawab pertanyaan dari media nasional seperti CNN dan Kompas.
“Terima kasih Pak Dony, sudah sigap menjawab isu agar tidak melebar dan menyudutkan institusi,” kata Harison.
Lebih lanjut, Harison juga menyoroti pentingnya pelaksanaan strategi komunikasi yang terukur.
Ia menyebut adanya empat komponen utama yang kini dinilai melalui indeks komunikasi publik: Paid Media, Earned Media, Owned Media, dan Shared Media.
“Intinya, bagaimana kita bisa meningkatkan engagement terhadap program-program kementerian, agar pesan-pesan pembangunan benar-benar sampai ke masyarakat,” jelasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama ATR/BPN serta Kepala Kanwil BPN dari seluruh provinsi di Indonesia.