Daerah  

Harimotting Berduka, Minta Pertolongan

BeritaTrend.id|SIBOLGA, SUMATERA UTARA — Banjir bandang menerjang Desa Harimotting, Tukka Hutaraja, Kota Sibolga, Sumatera Utara, pada akhir pekan lalu dan menyebabkan wilayah tersebut terisolir total.

Tidak ada akses transportasi darat maupun jalur komunikasi yang memadai.

Warga yang terdampak kini tengah berjuang mempertahankan hidup sambil menanti bantuan darurat dari pemerintah dan relawan.

Informasi kondisi terkini desa itu pertama kali mencuat melalui sebuah video yang diposting akun TikTok oleh seorang warga bernama Clara Pakpahan.

Baca artikel ini menarik  Beton Nol Jembatan Bayur Dikerjakan Tanpa Bekisting, Pengawasan Proyek APBD Dipertanyakan

Dalam video tersebut, Clara menyampaikan jeritan hati masyarakat yang membutuhkan bantuan logistik, makanan, air bersih, pakaian, dan obat-obatan.

Suaranya terdengar lirih namun tegas, menggambarkan situasi genting yang mereka hadapi.

“Kami terisolir. Tolong bantu kami. Banyak rumah hanyut, jalan putus, dan orang-orang tak punya lagi apa-apa,” ujar Clara dalam video yang kini viral di media sosial.

Sejumlah warga diketahui masih mengungsi di titik-titik darurat, termasuk rumah ibadah dan bangunan sekolah yang tersisa.

Baca artikel ini menarik  Dody Hanggodo: Hormati Proses Hukum OTT PUPR Sumut

Kondisi listrik padam, jaringan komunikasi terganggu, dan distribusi kebutuhan dasar terhambat akibat akses jalan yang lumpuh oleh material lumpur serta pohon tumbang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang menyebutkan jumlah korban dan tingkat kerusakan secara rinci.

Namun, masyarakat berharap pemerintah kota, provinsi, maupun lembaga siaga bencana segera turun memberikan pertolongan.

Baca artikel ini menarik  54 Koperasi Merah Putih Resmi Dibentuk di Tangsel

Tokoh masyarakat setempat menyebutkan bahwa banjir bandang ini dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang membuat aliran sungai meluap tiba-tiba.

Warga khawatir tambahan hujan dapat memperparah situasi yang sudah kritis.

Kini publik menaruh perhatian setelah video Clara menyebar luas dan memancing simpati warganet.

Berbagai pengguna media sosial mulai menggalang donasi dan mendorong pemerintah untuk bertindak cepat.