BeritaTrend.id. – Jakarta – Upaya tawuran remaja kembali berhasil digagalkan oleh pihak kepolisian.
Sebanyak tujuh pemuda diamankan Tim Patroli Perintis Presisi dari Sat Samapta Polres Metro Jakarta Pusat saat hendak melakukan aksi tawuran di kawasan Menteng, Minggu pagi (11/5/2025) sekitar pukul 05.30 WIB.
Dalam operasi itu, polisi menyita dua senjata tajam jenis celurit, empat unit sepeda motor, dan tiga telepon genggam dari para pelaku yang rata-rata masih berstatus pelajar atau putus sekolah.
“Mereka diamankan saat berkumpul dengan gerak-gerik mencurigakan di Jalan Raden Saleh Raya. Setelah digeledah, ditemukan dua celurit yang diduga akan digunakan untuk tawuran,” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro.
Tindakan Cepat Polisi Gagalkan Tawuran Remaja
Penangkapan ini bermula dari patroli rutin tim Presisi Samapta yang mencurigai sekelompok pemuda berada di lokasi pada waktu yang tidak biasa. Ketika didekati, para pemuda tersebut berusaha menghindar dan membuang barang bukti, namun berhasil diamankan oleh petugas.
Ketujuh pemuda tersebut berinisial MT (15), GR (16), SRP (18), RS (18), AAM (18), AB (29), dan YF (23).
Mereka kini tengah menjalani pemeriksaan di Polsek Metro Menteng dan dijerat Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 terkait kepemilikan senjata tajam tanpa izin, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun.
Polisi Tegas: Tawuran Adalah Kejahatan, Bukan Budaya
Kapolres Kombes Susatyo menegaskan bahwa aksi kekerasan jalanan dan tawuran remaja tidak akan ditoleransi.
Ia menyebut tawuran sebagai kejahatan serius yang bisa menghancurkan masa depan generasi muda.
“Tawuran bukan budaya, melainkan kejahatan. Membawa senjata tajam adalah pelanggaran berat. Kami akan bertindak tegas demi menjaga keamanan masyarakat,” tegas Susatyo.
Orang Tua Diminta Lebih Ketat Awasi Anak di Malam Hari
Kapolres juga mengimbau para orang tua agar tidak lengah dalam mengawasi anak-anak mereka, terutama pada malam hingga dini hari.
Kegiatan positif seperti olahraga, seni, atau komunitas sosial dinilai lebih baik untuk membentuk karakter anak dibanding pergaulan bebas di jalanan.
“Jangan biarkan anak-anak kita bersimbah darah di jalanan. Dorong mereka ikut kegiatan positif yang membangun masa depan,” tambahnya.
Komitmen Kepolisian: Jakarta Aman Tanpa Tawuran
Sementara itu, Kasat Samapta Kompol William Alexander menegaskan bahwa patroli akan terus ditingkatkan di titik-titik rawan tawuran di Jakarta Pusat, terutama saat malam hingga pagi hari.
“Kami akan terus hadir mencegah potensi konflik dan menjaga keamanan warga,” ujarnya.