BeritaTrend.id|– Tebing Tinggi – Wakil Ketua DPRD Kota Tebing Tinggi, M Ikhwan, menyoroti rendahnya realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025.
Hingga pertengahan Desember, ratusan miliar rupiah anggaran belum terserap dan dinilai berisiko memicu proyek gagal.
Data Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) Kementerian Keuangan per 15 Desember 2025 mencatat, dari total APBD sebesar Rp740,11 miliar, masih terdapat Rp134,09 miliar yang belum terealisasi.
Kondisi tersebut dinilai mencerminkan lemahnya eksekusi anggaran Pemko Tebing Tinggi.

“Ini bukan soal kekurangan anggaran, tapi ketidakmampuan menjalankan anggaran yang sudah ada. Jika sampai akhir tahun tidak tercapai, ini kegagalan pengelolaan APBD,” ujar Ikhwan, Rabu (17/12/2025).
Ikhwan menilai sektor belanja modal menjadi titik terlemah. Realisasi baru mencapai 57 persen atau sekitar Rp46,58 miliar, sementara Rp34,28 miliar dana pembangunan masih mengendap.
Ia juga mengkritisi penandatanganan kontrak proyek yang baru dilakukan pada akhir Oktober hingga November.
Menurutnya, langkah tersebut berisiko tinggi karena target fisik minimal 85 persen sulit dicapai dalam waktu singkat.
Sejumlah proyek strategis pun masih tertinggal, seperti halaman Masjid Agung (47 persen), kolam renang (27 persen), Pasar Kain (45 persen), RSUD Kumpulan Pane (62 persen), dan Pasar Inpres (70 persen).
DPRD memastikan akan memperketat fungsi pengawasan dengan memanggil TAPD serta OPD terkait guna meminta penjelasan terbuka.
“Jangan sampai anggaran habis, proyek tidak selesai, tapi tidak ada yang bertanggung jawab,” tegas Ikhwan.

