BeritaTrend.id|– JAKARTA – Aparat Satgas Operasi Damai Cartenz kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua.
Seorang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dari Kodap XII Lanny Jaya, Pulan Wonda alias Kamenak, berhasil ditangkap setelah dilumpuhkan dalam sebuah operasi penindakan.
Nama Pulan Wonda bukanlah sosok baru dalam daftar buronan aparat.
Ia diketahui memiliki rekam jejak panjang dalam berbagai aksi kekerasan bersenjata yang menelan korban, baik dari kalangan aparat maupun warga sipil.
Penindakan terhadap Pulan terjadi setelah aparat memberikan peringatan tegas.
Namun, upaya tersebut tidak diindahkan, sehingga petugas mengambil langkah terukur.
“Aparat telah memberikan tembakan peringatan sebanyak dua kali, namun tidak direspons. Karena membahayakan, dilakukan tindakan tegas terukur yang melumpuhkan pelaku di bagian kaki kanan,” ujar Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo, Jumat, 3 April 2026.
Rekam Jejak Kekerasan Sejak 2010
Berdasarkan data aparat, Pulan Wonda terlibat dalam sejumlah aksi teror sejak lebih dari satu dekade lalu.
Pada 2010, ia diduga terlibat dalam penembakan warga sipil di Kampung Wandenggobak, Distrik Mulia, yang menyebabkan dua korban meninggal dunia dan beberapa lainnya luka-luka.
Di tahun yang sama, kelompoknya juga menyerang aparat kepolisian di Kampung Lumbuk, Tingginambut.
Serangan tersebut mengakibatkan sejumlah anggota Polri terluka, bahkan menewaskan satu personel.
Aksi kekerasan terus berlanjut hingga 2012, termasuk kontak senjata di Kampung Wuyukwi dan penyerangan di Wandenggobak yang menewaskan seorang anggota polisi.
Salah satu peristiwa paling menyita perhatian publik terjadi pada November 2012.
Kelompok ini menyerang Mapolsek Pirime di Kabupaten Lanny Jaya, menewaskan tiga anggota polisi serta merampas senjata api sebelum membakar kantor tersebut.
Tak hanya itu, sehari setelahnya, kelompok ini juga melakukan aksi penyerangan terhadap rombongan pejabat kepolisian yang saat itu dipimpin oleh Kapolda Papua, yang kini dikenal sebagai Jenderal (Purn) Tito Karnavian.
Rangkaian aksi tersebut berlanjut hingga 2014, dengan sasaran aparat TNI dan Polri di Distrik Pirime yang menyebabkan korban luka.
DPO yang Lama Diburu
Pulan Wonda sebelumnya telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan diketahui beroperasi di wilayah Kampung Peruleme, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya.
Ia merupakan bagian dari jaringan KKB Kodap XII Lanny Jaya yang selama ini menjadi perhatian aparat keamanan.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa langkah penegakan hukum ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat.
“Kami memastikan setiap tindakan dilakukan secara profesional, terukur, dan sesuai hukum. Selain itu, pendekatan preventif dan humanis tetap menjadi prioritas,” ujarnya.
Jalani Perawatan dan Proses Hukum
Saat ini, Pulan Wonda tengah menjalani perawatan medis akibat luka tembak yang dideritanya.
Setelah kondisinya stabil, ia akan menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Satgas Damai Cartenz juga mengajak masyarakat untuk tidak terlibat dalam jaringan kekerasan bersenjata.
Upaya menciptakan Papua yang aman, menurut aparat, membutuhkan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat.
Penangkapan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa aparat akan terus melakukan penindakan terhadap kelompok bersenjata yang mengancam keamanan, sembari tetap membuka ruang dialog dan pendekatan persuasif demi terciptanya perdamaian berkelanjutan di Papua.


