BeritaTrend.id|– LABUHANBATU – Polemik antara mantan Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu, AKP Iwan Mashuri, dengan Ketua LSM LPPN Labura Bangkit Hasibuan memanas setelah kritik publik terhadap kinerja pemberantasan narkoba di wilayah Labuhanbatu dan Labura.
Sorotan media yang menilai minimnya prestasi dan maraknya peredaran narkotika disebut menjadi pemicu ketegangan.
Gelombang kritik yang berkembang bahkan mendorong munculnya desakan dari elemen masyarakat agar jabatan Kasat Narkoba dicopot.
Menanggapi hal itu, Bangkit Hasibuan menyayangkan sikap Iwan yang dinilai tidak profesional dan alergi terhadap kontrol sosial.
“Pejabat publik seharusnya siap dikritik. Kalau dikonfirmasi malah bungkam atau mengalihkan isu. Itu bukan sikap aparat penegak hukum yang sehat,” ujar Bangkit, Sabtu (17/1/2026).
Bangkit juga menilai buruknya komunikasi dengan media dan respons emosional oknum tersebut justru memperburuk citra kepolisian.
Ia bahkan mendesak Propam melakukan pemeriksaan atas dugaan pembiaran terhadap bandar narkoba yang disebut bebas beroperasi di sejumlah titik di Labuhanbatu dan Labura.
Perseteruan makin mencuat ketika Iwan menghubungi salah satu wartawan mempertanyakan pemberitaan terkait dirinya.
Dalam percakapan itu, Iwan mengaku telah tiga minggu bertugas di Medan, namun menutup pembicaraan dengan menyebut Ketua LPPN “kampungan”.
Hasil penelusuran terbaru menyebutkan AKP Iwan Mashuri memang telah dimutasi ke Medan meski hingga kini belum dilakukan serah terima jabatan secara resmi.
Rumor pencopotan dari posisi Kasat Narkoba pun beredar luas di tengah publik.
Bangkit meminta Polda Sumut lebih selektif dalam menempatkan pejabat yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Oknum yang miskin prestasi dan beretika buruk hanya akan merusak nama institusi Polri,” tegasnya.


