BeritaTrend.id. – GARUT – Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengambil langkah cepat dengan membatalkan seluruh agenda pesta rakyat dalam rangka pernikahan putra Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Maula Akbar, dengan Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina.
Keputusan ini diambil setelah insiden kericuhan dalam acara makan gratis di Alun-alun Garut yang menelan korban jiwa.
Tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan puluhan lainnya pingsan akibat desak-desakan massa yang terjadi saat ribuan warga memadati lokasi pada Kamis (17/7/2025).
Salah satu korban tewas merupakan anggota kepolisian yang sedang bertugas.
“Pembatalan dilakukan demi menjaga keselamatan warga dan sebagai bentuk tanggung jawab kami atas musibah ini,” ujar Syakur dalam konferensi pers di Pendopo Garut, Jumat (18/7/2025).
Agenda Hiburan dan Acara Malam Dibatalkan
Agenda hiburan rakyat yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung di Gedung Pendopo dan Alun-alun Garut malam ini resmi dibatalkan.
Syakur menyebutkan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil musyawarah lintas instansi untuk mengutamakan ketertiban dan keselamatan masyarakat.
“Kami sepakat rangkaian kegiatan ditunda bahkan ditiadakan, termasuk panggung hiburan dan tenda-tenda sudah mulai dibongkar,” katanya.
Evaluasi Menyeluruh dan Investigasi
Syakur menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Garut kini memfokuskan seluruh sumber daya untuk penanganan korban dan evaluasi mendalam terhadap pelaksanaan acara.
Ia menekankan bahwa insiden ini terjadi akibat kelalaian dari pihak penyelenggara non-pemerintah.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari resepsi eksternal yang dikelola pihak swasta. Harus ada evaluasi serius agar kejadian serupa tak terulang,” imbuhnya.
Pihak kepolisian pun saat ini tengah mendalami insiden tersebut, termasuk kemungkinan adanya pelanggaran hukum dalam perencanaan teknis acara.
Kronologi Singkat Insiden
Tragedi bermula saat ribuan warga tumpah ruah di Alun-alun Garut untuk mengikuti makan gratis sebagai bagian dari pesta rakyat.
Tak terkendali, kerumunan mulai saling dorong hingga menyebabkan sesak dan kekurangan oksigen.
Tiga orang meninggal dunia di tempat, sementara puluhan lainnya harus dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi lemas dan tak sadarkan diri.