Bantuan Ternak Raib, Poktan Aek Nabuntu Tersandung Masalah

BeritaTrend.id. – ASAHAN – Polemik bantuan ternak dan bibit ikan di Desa Aek Nabuntu, Kecamatan Aek Ledong, Kabupaten Asahan, terus menguak fakta-fakta membingungkan.

Investigasi tim BeritaTrend menemukan kejanggalan mencolok dalam distribusi dan keberlanjutan program ketahanan pangan desa (Hanpang Desa) sejak tahun 2020 hingga 2025.

Sejumlah ketua kelompok tani (poktan) mengaku tidak lagi menerima bantuan ternak maupun bibit ikan sejak 2021.

Bantuan terakhir hanya berupa bibit ikan lele jumbo, itu pun kualitasnya dinilai buruk. “Sekali saja kami dapat bibit ikan.

Lele jumbo tapi kecil-kecil, tak ada yang tumbuh,” ujar salah satu penerima yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Kambing Tak Bertahan, Lembu Tinggal Cerita

Hasil investigasi tim lapangan pada Juni 2025 menemukan fakta mencengangkan: dari lima kelompok penerima bantuan kambing dan satu kelompok lembu, tak satupun hewan tersisa. “Dulu kelompok saya dapat 10 ekor kambing, tapi yang dikasih masih anak-anak usia tiga bulan. Banyak yang mati, tak bertahan,” ujar Wagito, Ketua Poktan Langgeng yang juga karyawan perkebunan swasta.

Wagito menuturkan, bantuan diterima pada 2020, disertai uang tunai Rp1 juta per kelompok untuk pembangunan kandang. Namun sejak itu, tidak ada bantuan lanjutan. “Semua kelompok alami hal sama, sekarang kambingnya pun tak berbekas,” katanya.

Hal senada diungkapkan Kepala Dusun Aek Nabuntu, Selamat. “Dulu ada dua kelompok di wilayah saya, kambingnya sekarang sudah tidak ada. Bukan mati, tapi hilang satu-satu,” ucapnya santai.

Lebih miris, keterangan istri Ucok Sariman, Ketua Poktan lainnya, menguatkan bahwa kambing bantuan kini hanya tinggal kenangan. “Sudah enggak ada Pak, pada mati semua,” ujarnya singkat.

Bibit Ikan Cuma Separuh Janji

Kisah bantuan bibit ikan pun tak kalah pelik. Para penerima mengungkapkan bahwa janji pemerintah desa soal 2.000 ekor per kelompok tak pernah terealisasi penuh.

“Kami cuma terima sekitar seribu ekor. Bibitnya kecil-kecil, tidak satupun yang berhasil tumbuh,” beber seorang warga.

Lembu Bantuan, Tak Berkembang Biak

Tim BeritaTrend juga menemui Ketua Poktan Mekar Sari, Mulyadi alias Gebeng, yang mengaku kelompoknya mendapat bantuan lembu tahun 2022—sebanyak 12 ekor.

Namun empat ekor mati lebih dulu, lalu disusul dua lainnya akibat penyakit PMK. “Sisanya memang masih ada, tapi tak berkembang biak. Kami juga tidak terima bantuan lagi sejak itu,” ujarnya.

Mulyadi bahkan menyebut sudah mundur dari jabatannya dan menyarankan untuk menanyakan lebih lanjut ke Sekdes Epi.

Aromanya Rekayasa

Fakta-fakta ini memperkuat dugaan bahwa program bantuan Hanpang Desa di Aek Nabuntu hanya berjalan formalitas—sekadar menggugurkan kewajiban.

Bantuan datang, tapi tanpa keberlanjutan, evaluasi, atau pengawasan. Sementara para penerima terkesan dibiarkan berjuang sendiri.

Ketika tim mencoba mengonfirmasi hal ini kepada Sekretaris Desa, belum ada keterangan resmi yang diberikan.

Namun keterangan beragam dari para poktan, kadus, hingga penerima individu cukup untuk menyoroti lemahnya tata kelola program desa.

Apakah benar hewan-hewan itu lenyap karena mati?

Ataukah ada jejak lain yang sengaja disamarkan?

Jejak bantuan yang semestinya menghidupi desa kini justru menyisakan tanya panjang.