BeritaTrend.id|– Banda Aceh – Komitmen gotong royong antardaerah untuk pemulihan pascabencana di Aceh terus menguat.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyaksikan langsung penyerahan bantuan keuangan dari sejumlah pemerintah daerah di Sumatera Utara kepada wilayah terdampak di Aceh.
Penyerahan berlangsung dalam rangkaian Rapat Kerja APEKSI Komisariat Wilayah I di Ballroom Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh, Senin (20/4/2026).
Momen ini menjadi simbol nyata solidaritas lintas daerah dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Di antaranya, Pemerintah Kota Medan mengalokasikan bantuan Rp50 miliar untuk Kabupaten Aceh Tamiang.
Sementara Kota Pematangsiantar menyalurkan Rp25 miliar kepada Kabupaten Bener Meriah.
Total, ada delapan daerah yang telah menyatakan komitmennya membantu wilayah terdampak di Aceh.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto terkait penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026, yang menetapkan alokasi minimal setara tahun sebelumnya bagi daerah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Tito menegaskan, dukungan tersebut murni untuk percepatan pemulihan daerah terdampak.
Ia bahkan telah menerbitkan surat edaran yang mendorong daerah nonterdampak untuk ikut berkontribusi.
“Ini bukan untuk saya, tapi untuk membantu daerah yang benar-benar membutuhkan,” tegas Tito.
Berdasarkan data Kemendagri, bantuan yang diusulkan bervariasi mulai Rp25 miliar hingga Rp50 miliar, menyasar sejumlah kabupaten seperti Aceh Timur, Aceh Utara, hingga Gayo Lues.
Usai agenda tersebut, Tito juga menyerahkan bantuan satu unit mobil operasional untuk Masjid Raya Baiturrahman.
Ia berharap fasilitas itu dapat menunjang aktivitas masjid yang menjadi pusat kehidupan masyarakat Aceh.
Tak hanya itu, Tito juga meminta doa dari masyarakat agar proses pemulihan pascabencana berjalan lebih cepat dan lancar.
