BeritaTrend.id|– Serang, Banten – Pemanfaatan lahan skala kecil berbasis edukasi ditunjukkan Pondok Pesantren Al Markaz di Kabupaten Serang.
Kawasan agro eduwisata yang dikembangkan sejak 2023 itu dinilai menjadi contoh konkret reforma agraria yang tidak berhenti pada sertifikasi tanah, tetapi berlanjut pada pemberdayaan dan ketahanan pangan.
Direktur Jenderal Penataan Agraria Kementerian ATR/BPN, Embun Sari, bersama jajaran, meninjau langsung kawasan seluas sekitar 1,5 hektare tersebut.
Menurut Embun, keberhasilan reforma agraria sangat ditentukan oleh apa yang dilakukan masyarakat setelah memperoleh hak atas tanah.
“Tanah harus dikelola secara produktif. Jika dibiarkan, tujuan reforma agraria tidak akan tercapai,” kata Embun, Rabu, 4 Februari 2026.
Agro eduwisata Al Markaz mengintegrasikan pertanian modern dengan pendidikan.
Terdapat 14 rumah kaca, tiga di antaranya telah menggunakan sistem Internet of Things (IoT), yang ditanami anggur, melon, dan berbagai sayuran.
Kawasan ini juga dilengkapi wahana outbound dan flying fox sebagai bagian dari pendidikan karakter.
Staf Khusus Reforma Agraria, Rezka Oktoberia, menilai pengelolaan lahan pesantren tersebut mampu menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus edukasi.
Sebagian besar aktivitas pertanian melibatkan santri sebagai bagian dari kurikulum dan pengembangan keterampilan.
Pimpinan Pondok Pesantren Al Markaz, Ustadz Amirul Faruk, menyebut pertanian sebagai fondasi pembentukan karakter.
“Bertani mengajarkan tanggung jawab dan ketahanan hidup, apa pun profesinya kelak,” ujarnya.
Pemerintah berharap model agro eduwisata ini dapat direplikasi di daerah lain sebagai penguatan reforma agraria dan upaya mendukung ketahanan pangan nasional.


