BeritaTrend.id|– JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan menegaskan pihaknya akan memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan .
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan program prioritas pemerintahan Presiden berjalan tepat sasaran dan bebas dari praktik penyalahgunaan.
Pernyataan itu disampaikan Dudung usai menerima kunjungan Kepala BGN di Kantor KSP, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.
Menurut Dudung, KSP akan mengambil peran aktif dalam mengawal implementasi program MBG di berbagai daerah.
Pengawasan tersebut mencakup distribusi, pengelolaan anggaran, hingga mekanisme pelaksanaan di lapangan.
“Program unggulan Presiden ini harus benar-benar dikawal. Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi,” kata Dudung kepada wartawan.
Ia menyoroti potensi munculnya oknum yang mencoba mengambil keuntungan melalui praktik “jual titip” maupun manipulasi dalam pengadaan dan distribusi program.
Karena itu, KSP disebut akan melakukan pengecekan secara berkala untuk memastikan seluruh proses berjalan transparan.
Dudung menilai pengawasan ketat penting dilakukan mengingat cakupan program MBG yang sangat besar. Program tersebut menyasar jutaan anak sekolah dan kelompok masyarakat tertentu di berbagai wilayah Indonesia.
“Kami ingin memastikan manfaatnya benar-benar diterima masyarakat, terutama anak-anak yang membutuhkan asupan gizi,” ujarnya.
Dalam pertemuan itu, Kepala BGN juga disebut meminta dukungan KSP dalam memperkuat sistem pengawasan.
Menurut Dudung, koordinasi lintas lembaga menjadi kunci agar pelaksanaan program berjalan efektif dan tidak menimbulkan persoalan baru di lapangan.
KSP dan BGN, kata dia, akan meningkatkan sinergi untuk memperbaiki berbagai kendala yang masih ditemukan selama tahap pelaksanaan awal program.
Sebelum bertemu Kepala BGN, Dudung mengaku sempat berdiskusi dengan Wakil Presiden mengenai evaluasi program MBG.
Dalam pembahasan tersebut, pemerintah menyoroti perlunya peningkatan kualitas pengelolaan dapur serta penguatan standar gizi.
Menurut Dudung, pemerintah juga melibatkan sejumlah pakar gizi dan tenaga ahli yang memahami tata kelola dapur skala besar agar pelaksanaan MBG ke depan lebih optimal.
“Perbaikan terus dilakukan supaya pelaksanaannya semakin baik dan tidak menimbulkan persoalan di masyarakat,” katanya.
Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo.
Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekaligus menekan angka stunting dan malnutrisi di Indonesia.
Dudung berharap evaluasi dan pengawasan yang diperkuat dapat membuat program berjalan lebih efektif.
Ia menilai MBG memiliki dampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Ini program yang sangat penting bagi masa depan anak-anak Indonesia. Karena itu semua pihak harus ikut menjaga dan mendukung pelaksanaannya,” ujar Dudung.




