Pemda Diminta Tanam Cabai dan Bawang untuk Tekan Harga Pangan

BeritaTrend.id|Jakarta — Tomsi Tohir mendesak pemerintah daerah (Pemda) segera mengambil langkah konkret untuk menjamin ketersediaan cabai merah, cabai besar, dan bawang merah.

Imbauan ini muncul seiring lonjakan harga sejumlah komoditas tersebut di berbagai wilayah akibat terbatasnya pasokan.

Dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja, Jakarta, Senin, Tomsi menekankan pentingnya tanggung jawab daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan.

Baca artikel ini menarik  Kemendagri Kebut Bantuan Pascabencana Sumatra

Ia mendorong Pemda menggalakkan gerakan menanam, mengingat komoditas tersebut relatif mudah dibudidayakan.

“Kebutuhan masyarakat terhadap cabai cukup tinggi. Maka daerah perlu lebih proaktif, tidak hanya bergantung pada pasokan luar,” ujarnya.

Menurut data Kementerian Pertanian per April 2026, sejumlah wilayah seperti Papua, Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera mengalami defisit produksi cabai rawit dan cabai merah.

Kondisi ini menjadi salah satu pemicu kenaikan harga yang berulang setiap tahun.

Baca artikel ini menarik  Bantuan Ternak Raib, Poktan Aek Nabuntu Tersandung Masalah

Tomsi menilai persoalan ini sebagai masalah klasik yang seharusnya bisa diantisipasi sejak dini.

Ia meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memperkuat koordinasi lintas wilayah, khususnya antara daerah surplus dan defisit.

Selain itu, Pemda juga diminta menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah pusat guna mencari solusi jangka panjang.

“Kalau peluang sudah ada tapi tidak dimanfaatkan, itu justru menjadi persoalan baru,” kata Tomsi.

Baca artikel ini menarik  Gema Puan Kritik Projo: Jangan Main Aman demi Jabatan!

Rapat tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat, di antaranya Ateng Hartono, Andriko Noto Susanto, Popy Rufaidah, dan Imran.

Langkah percepatan produksi melalui gerakan tanam dinilai menjadi salah satu strategi efektif untuk meredam inflasi pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

(FAISOL.S.Ag)*