Keracunan MBG, Siapa Bertanggung Jawab?

BeritaTrend.id|CIANJUR — Kasus keracunan massal kembali terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Peristiwa ini menimpa ratusan siswa di Kecamatan Cikalongkulon, Kadupandak, dan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Selasa lalu.

Korban didominasi anak-anak usia di bawah 10 tahun yang berstatus sebagai siswa SD dan PAUD.

Tak hanya pelajar, sejumlah orang tua murid yang turut mencicipi menu MBG juga mengalami gejala mual, pusing, dan muntah hebat hingga harus mendapatkan perawatan di puskesmas setempat.

Kapolsek Cikalongkulon menyatakan pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan menyeluruh.

Dugaan sementara mengarah pada lauk ayam suwir yang disebut warga mengeluarkan aroma tidak sedap sebelum dikonsumsi.

Seluruh sisa makanan telah diamankan untuk menjalani uji laboratorium guna memastikan penyebab keracunan.

Menanggapi kejadian tersebut, Aktivis Nasional Putri Nabila Damayanti, SH, yang merupakan warga asli Pacet Cipanas, Cianjur, menyampaikan keprihatinannya.

Ia menilai pelaksanaan MBG seharusnya dikelola langsung oleh pihak sekolah, bukan oleh pihak ketiga.

“Jika MBG dikelola oleh sekolah, kebersihan dan kualitas makanan akan lebih terjaga sehingga potensi keracunan bisa dicegah,” ujar Putri kepada awak media, Minggu (1/2/2026).

Menurutnya, pihak sekolah lebih memahami kebutuhan gizi serta menu yang disukai anak-anak.

Selain itu, pengelolaan MBG oleh sekolah dinilai dapat mencegah program tersebut menjadi ladang bisnis semata.

“MBG jangan dijadikan proyek dengan keuntungan besar bagi pengusaha. Jika dikelola sekolah, justru bisa menjadi tambahan pemasukan yang bermanfaat bagi guru-guru,” pungkasnya.

(MEGY)*