BeritaTrend.id|– Jakarta — Kementerian Dalam Negeri mendorong percepatan penyaluran bantuan pascabencana bagi warga terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir menegaskan, kecepatan penyaluran harus dibarengi ketepatan sasaran melalui validasi data penerima.
Hal itu disampaikan Tomsi dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Pascabencana Wilayah Sumatra di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Selasa, 20 Januari 2026.
Menurut dia, bantuan negara tidak boleh salah sasaran karena menyangkut akuntabilitas keuangan publik.
Bantuan yang disiapkan pemerintah meliputi dana rehabilitasi rumah, bantuan perabotan, serta jaminan hidup bagi pengungsi.
Namun, Kemendagri masih menemukan ketidaksesuaian data di lapangan sehingga proses verifikasi ulang harus segera dituntaskan oleh pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum setempat.
“Cepat itu perlu, tapi kehati-hatian tetap utama. Jangan sampai yang tidak berhak justru menerima bantuan,” kata Tomsi.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan mekanisme penyaluran, termasuk koordinasi dengan perbankan.
Di Aceh, bantuan akan disalurkan melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk memastikan distribusi berjalan efektif dan tepat waktu.
Tomsi berharap bantuan tersebut mendorong warga kembali ke rumah masing-masing sehingga aktivitas sosial dan ekonomi di daerah terdampak bisa segera pulih.
Pemerintah menyalurkan jaminan hidup sebesar Rp15 ribu per orang per hari selama tiga bulan guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di masa pemulihan.


