BeritaTrend.id.|– Tangerang Selatan – Lurah Jurang Mangu Timur (Jurtim), H. Ahmad Gozali, S.H.I., M.H, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah melakukan pendataan terhadap seluruh majelis taklim di wilayah Jurang Mangu Timur.
Tujuan pendataan ini adalah untuk mengetahui jumlah pasti majelis taklim beserta struktur kepengurusannya dan jamaah yang aktif.
Menurut Gozali, hasil pendataan menunjukkan bahwa terdapat hampir 60 majelis taklim di Jurang Mangu Timur.
Jumlah tersebut dinilai cukup banyak dan menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan keagamaan.
“Intinya untuk mendata jumlah yang sebenarnya dan memastikan siapa pengurus serta jamaahnya. Ternyata jumlah majelis taklim di Jurang Mangu Timur hampir mencapai 60, itu banyak sekali,” jelas Gozali.
Ia berharap ke depan ada pembinaan yang lebih intensif, baik dari sisi administrasi maupun peningkatan keilmuan melalui kerja sama dengan penyuluh agama Islam di Kantor Urusan Agama (KUA) atau Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan.
“Selama ini majelis taklim belum tersentuh pembinaan secara administratif maupun keilmuan. Harapan kami ke depan bisa lebih diperhatikan,” ujarnya.
Selain pendataan, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pemberian bantuan perlengkapan berupa blower, sound system, dan rebana untuk mendukung kegiatan keagamaan di masing-masing majelis taklim.
“Bantuan ini untuk mensejahterakan majelis taklim di Jurang Mangu Timur agar bisa dimanfaatkan ketika ada kegiatan keagamaan,” tambah Gozali.
Sementara itu, Ustadzah Dra. Hj. Hamidah yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan pentingnya menghidupkan majelis taklim, bukan mencari kehidupan di dalamnya.
“Kalau mencari kehidupan di majelis taklim itu artinya semua harus jadi uang.
Padahal kita disuruh menghidupkan majelis taklim. Tidak ada gajinya, tapi pahalanya besar,” kata Hamidah.
Menurutnya, majelis taklim merupakan wadah untuk menimba ilmu agama, memperkuat iman, dan mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya pembenahan administrasi majelis taklim agar kegiatan lebih terstruktur dan berkelanjutan.
“Majelis taklim itu tempat kita menimba ilmu, meningkatkan kualitas keimanan kepada Allah,” pungkasnya.


