Gema Puan Kritik Projo: Jangan Main Aman demi Jabatan!

BeritaTrend.id.|Jakarta Ketua Umum Gema Puan, Ridwan 98, melontarkan kritik tajam terhadap langkah politik Menteri Koperasi dan UKM Budie Arie Setiadi yang secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk bergabung dengan Partai Gerindra dan mendukung penuh Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (7/8/2025), Ridwan menilai manuver Budie Arie — yang juga merupakan Ketua Umum relawan Projo — sebagai tindakan yang lebih mencerminkan oportunisme politik ketimbang sikap kenegarawanan.

“Budie Arie terlihat lebih sebagai pemburu kekuasaan daripada penjaga demokrasi. Dari relawan Jokowi, kini loncat ke Gerindra demi Prabowo? Ini bukan soal konsistensi, tapi murni kalkulasi politik,” kata Ridwan.

Sindiran untuk Budie Arie: Di Mana Etika Politik?

Ridwan menilai bahwa langkah Budie Arie bergabung dengan Gerindra justru memperlihatkan betapa cepatnya barisan relawan berubah haluan demi kepentingan politik jangka pendek.

Ia menilai peralihan sikap tersebut berpotensi mencederai semangat reformasi dan demokrasi yang selama ini diperjuangkan.

Menurutnya, publik bisa saja menilai tindakan itu sebagai upaya mencari posisi strategis di pemerintahan baru, alih-alih memperjuangkan nilai dan integritas yang konsisten sejak era Presiden Jokowi.

Amnesti untuk Silfester? Ridwan: Jangan Intervensi Hukum

Tak hanya soal Gerindra, Ridwan juga menyentil langkah Projo yang mendorong pemerintah memberi amnesti kepada Silfester Matutina, mantan aktivis relawan Jokowi yang kini tersangkut kasus hukum dan telah divonis 1,5 tahun penjara sejak 2019.

Ia menilai desakan pemberian amnesti itu sebagai bentuk intervensi terhadap proses hukum yang berlaku di Indonesia.

“Kalau Silfester merasa tidak bersalah, ya buktikan di pengadilan. Jangan berlindung di balik nama Presiden atau kelompok relawan. Ini negara hukum, bukan negara relawan,” tegas Ridwan.

Ia juga mempertanyakan mengapa hingga kini Kejaksaan belum mengeksekusi vonis hukum terhadap Silfester, padahal putusan tersebut sudah inkrah. Ridwan mendesak aparat hukum untuk tidak tebang pilih dalam menjalankan keadilan.

Gema Puan Tegas: Kami Kritis ke Semua Arah

Ridwan menegaskan bahwa Gema Puan akan terus berada di jalur kritis terhadap semua kekuatan politik, baik dari partai maupun kelompok relawan, yang menyimpang dari prinsip demokrasi dan reformasi.

Ia mengingatkan bahwa kesetiaan rakyat tidak boleh dipermainkan oleh elite atau relawan yang hanya mengejar jabatan.

“Jangan jadikan loyalitas rakyat sebagai alat tawar-menawar politik. Reformasi tidak boleh dikorbankan demi kekuasaan,” pungkasnya.