Daerah  

Baru 14 Dapur MBG Berjalan, Ada Apa? Ini Kata Subardi

BeritaTrend.id. |- Tangerang Selatan, – Subardi, pemilik CV ST Jaya Mandiri, mengaku bersyukur perusahaannya dilibatkan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Tangerang Selatan.

Ia menilai keselarasan visi dan misi antara pemerintah dengan perusahaannya menjadi alasan utama pihak kementerian maupun pemerintah daerah memberi perhatian khusus.

“Kami melihat program MBG ini tujuannya sangat mulia, yakni mencerdaskan anak bangsa dan menggerakkan ekonomi dari bawah. Maka dari itu, sejak awal, visi kami memang diselaraskan dengan pemerintah,” ujar Subardi saat ditemui beritatrend.id pada Jumat, 4 Juli 2025.

Subardi tak menyangka CV ST Jaya Mandiri mendapat perhatian dari berbagai pihak, mulai dari kementerian, pemerintah provinsi, hingga kota.

Menurutnya, hal ini terbukti saat dilakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur-dapur MBG yang dikelola oleh perusahaannya.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Ini jalan yang dibukakan Allah lewat kementerian. Kami hanya menjalankan apa yang sudah digariskan dalam visi misi pemerintah,” ucapnya.

Selama hampir setahun terakhir, CV ST Jaya Mandiri dipercaya menangani dapur MBG di beberapa wilayah seperti Lengkong, Ciputat, Pocis, dan Serpong. Meski begitu, Subardi mengakui capaian realisasi dapur MBG di Tangsel masih jauh dari target.

“Sampai hari ini baru 14 dapur yang berjalan, padahal target kita seharusnya sudah 50 persen dari total. Idealnya 100 persen. Tapi memang kita paham, mungkin karena soal anggaran. Harapan saya semoga anggaran segera turun agar program ini bisa terus berkembang,” tuturnya.

Terkait sejumlah temuan di lapangan, seperti keterlambatan pengiriman atau kondisi makanan yang kurang layak, Subardi tidak menampik adanya kekurangan.

Namun ia menegaskan bahwa timnya telah menjalankan prosedur ketat mulai dari kualitas bahan, pengolahan hingga pengemasan.

“Sterilisasi itu hal yang utama bagi kami. Tapi kalau sampai ada yang belatung atau makanan tidak sampai, bisa jadi karena keterlambatan kirim atau masakan terlalu panas saat ditutup. Bisa juga kualitas bahan seperti seafood yang tidak maksimal. Tapi untuk sayur sejauh ini aman,” jelasnya.

Subardi menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan evaluasi dan berharap ke depan sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha lokal dapat semakin erat demi kesuksesan program MBG.