PTPN IV Regional II Optimalkan Lahan Tidur Kebun Teh Simalungun

BeritaTrend.id. – Simalungun – PTPN IV Regional II menegaskan bahwa langkah optimalisasi sebagian lahan tidak produktif atau lahan tidur (lahan diberakan) di wilayah kebun teh Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, telah melalui serangkaian kajian mendalam dari berbagai aspek, mulai dari bisnis, sosial, hingga lingkungan.

Menurut Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum PTPN IV Regional II, Muhammad Ridho Nasution, strategi tersebut bukanlah bentuk konversi total dari perkebunan teh menjadi kelapa sawit, melainkan bentuk efisiensi pengelolaan aset agar lebih bermanfaat tanpa mengganggu eksistensi dan identitas kebun teh yang telah melekat selama puluhan tahun.

“Tidak ada kebijakan untuk mengubah seluruh kebun teh menjadi kebun sawit. Ini murni strategi tata kelola lahan agar aset yang tidur bisa kembali produktif,” kata Ridho dalam keterangan kepada media, Senin, 14 Juli 2025.

Lahan diberakan tersebut, yang sempat tidak digarap, dinilai berpotensi menimbulkan kerugian finansial serta risiko penguasaan liar.

Dari hasil kajian internal perusahaan, budidaya teh di lahan tersebut dianggap tidak lagi ekonomis karena ongkos produksi yang terus meningkat.

Karena itu, sebagian kecil lahan digunakan untuk penanaman sawit secara legal dan berkelanjutan.

“Optimalisasi ini menyasar sekitar 130 hektare dari total 6.230 hektare areal teh. Jumlah yang sangat kecil dan tidak berdampak pada produktivitas teh,” jelas Manajer Unit Teh PTPN IV PalmCo, Armansyah Putra Siregar.

Teh Butong dan Tobasari Bangkit, Menangi Ajang Nasional

Di tengah isu optimalisasi lahan, unit usaha teh milik PTPN IV justru menunjukkan performa impresif.

Produk unggulan seperti Teh Butong dan Teh Tobasari berhasil menembus segmen premium dan menjadi sajian eksklusif di hotel-hotel ternama seperti Sinabung Hills di Berastagi.

Bahkan, Teh Butong meraih juara di ajang National Tea Competition (NTC) 2025 yang digelar di Yogyakarta pada 22 Mei lalu.

Tak hanya itu, sepanjang 2024, unit Kebun dan Pabrik Teh PTPN IV juga diganjar penghargaan “Turn Around Terbaik” atas keberhasilannya mencetak laba positif setelah 25 tahun mengalami tantangan berat dalam profitabilitas.

Bangun Ekowisata Teh, Perkuat Identitas dan Budaya

Sebagai bagian dari transformasi, PTPN IV Regional II kini mengembangkan kawasan ekowisata berbasis teh di Kebun Bah Butong dan Kebun Sidamanik.

Program ini memadukan keindahan alam, edukasi pertanian, dan pengalaman wisata yang interaktif, dengan harapan membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar dan memperkuat posisi teh sebagai bagian dari kekayaan budaya Sumatera Utara.

“Semua kebijakan kami berbasis data, dialog dan prinsip keberlanjutan. Kami ingin masyarakat melihat langkah ini sebagai upaya menjaga dan mengembangkan, bukan menggantikan,” ujar Ridho.

Langkah optimalisasi ini, tambahnya, juga telah memperoleh perhatian dan persetujuan dari pihak-pihak terkait, termasuk BPKP, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Simalungun, hingga forum pimpinan daerah yang telah dilibatkan sejak awal melalui sosialisasi pada 5 Juli 2025.

“Kami sangat memahami nilai ekologis dan sosial kawasan Sidamanik. Karena itu, pendekatan kami selalu transparan dan akuntabel,” pungkas Armansyah.