Hukum  

Romo Kefas: Jangan Biarkan Intoleransi Merusak Bangsa

BeritaTrend.id. – Bogor, 29 Juni 2025 – Insiden kekerasan berlatar belakang intoleransi kembali mencoreng wajah kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

Pada 27 Juni lalu, sekelompok massa dilaporkan melakukan tindakan anarkis terhadap sebuah rumah singgah milik umat Kristen di Sukabumi, Jawa Barat.

Peristiwa ini bukan hanya menyebabkan kerusakan, tapi juga meninggalkan trauma mendalam bagi para penghuni.

Kabar tentang aksi tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial, memicu kecaman luas dari masyarakat.

Banyak warganet menuntut pemerintah agar bertindak tegas dan mencegah peristiwa serupa terjadi di masa mendatang.

Salah satu suara lantang datang dari Pewarna Indonesia Provinsi Jawa Barat. Melalui Ketua-nya, Kefas Hervin Devananda, atau yang akrab disapa Romo Kefas, organisasi ini mengecam keras tindakan intoleran tersebut.

Dalam pernyataannya yang disampaikan lewat sambungan WhatsApp pada Sabtu malam, 28 Juni 2025, Romo Kefas menyerukan agar aparat dan pemerintah segera turun tangan.

“Peristiwa di Sukabumi adalah tamparan keras bagi kita semua. Ini menunjukkan bahwa upaya menjaga kerukunan masih menghadapi tantangan serius,” ujar Romo Kefas.

Lebih lanjut, ia mengajukan tiga poin desakan kepada pihak berwenang:

  1. Pemprov Jawa Barat diminta segera mengambil langkah nyata sesuai amanat Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, khususnya Pasal 22 yang menjamin kebebasan beragama dan beribadah.
  2. Polda Jawa Barat diminta mengusut tuntas aksi perusakan dan menindak para pelaku sesuai hukum yang berlaku, termasuk merujuk pada KUHP dan UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.
  3. Kepada masyarakat, Pewarna mengajak seluruh elemen untuk menjaga persaudaraan lintas iman dan menghormati nilai-nilai kemanusiaan, sebagaimana diatur dalam UU Nomor 12 Tahun 2005 tentang Pengesahan Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik.

Romo Kefas menambahkan bahwa Indonesia sebagai negara majemuk harus menjadi rumah yang aman bagi seluruh warga, tanpa memandang latar belakang agama maupun keyakinan.

“Kita adalah bangsa yang besar karena keberagaman. Jangan biarkan intoleransi merusak fondasi kebhinekaan yang sudah dibangun sejak lama,” tegasnya.

Pewarna Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu-isu kebebasan beragama dan hak asasi manusia di Indonesia.

Organisasi ini juga mendorong agar dialog antarumat beragama diperkuat, guna meredam potensi konflik yang bisa mengancam harmoni sosial.