BeritaTrend.id. – JAKARTA – Tanggal 18 Mei mencatatkan sejumlah peristiwa penting dan bersejarah di berbagai belahan dunia.
Dari aksi heroik mahasiswa Indonesia menduduki Gedung DPR/MPR RI, hingga uji coba nuklir pertama oleh India yang mengejutkan dunia.
Berikut rangkuman peristiwa bersejarah 18 Mei yang patut dikenang:
1. Mahasiswa Duduki Gedung DPR/MPR RI, Suarakan Reformasi (1998)
Pada 18 Mei 1998, ribuan mahasiswa dari berbagai universitas di Jakarta dan sekitarnya berhasil menduduki Gedung DPR/MPR RI.
Aksi ini merupakan respons atas krisis multidimensi dan tuntutan pengunduran diri Presiden Soeharto.
Diprakarsai oleh Forum Komunikasi Senat Mahasiswa Jakarta (FKSMJ), sekitar 50 ketua lembaga mahasiswa memimpin aksi ini, dengan Henri Basel dan Heru Cokro sebagai koordinator utama.
Meski terjadi kepanikan usai pernyataan Menhankam/Pangab Jenderal Wiranto yang menyebut seruan Ketua DPR Harmoko tidak konstitusional, mahasiswa memutuskan untuk tetap bermalam di gedung dewan sebagai bentuk komitmen perjuangan.
2. Inggris Batalkan Perjanjian Amiens, Nyatakan Perang ke Prancis (1803)
Peristiwa penting lainnya terjadi pada 18 Mei 1803, saat Inggris secara resmi membatalkan Perjanjian Amiens dan menyatakan perang terhadap Prancis.
Keputusan ini menjadi awal dari Perang Era Napoleon yang mengguncang Eropa dan mengubah peta kekuasaan dunia.
3. Napoleon Bonaparte Resmi Jadi Kaisar Prancis (1804)
Setahun setelah perang dimulai, Napoleon Bonaparte secara resmi diangkat menjadi Kaisar Prancis pada 18 Mei 1804.
Kepemimpinannya memberi pengaruh besar terhadap politik dan militer Eropa selama lebih dari satu dekade.
4. India Gelar Uji Coba Nuklir Pertama (1974)
India mengukir sejarah pada 18 Mei 1974 dengan melakukan uji coba nuklir pertamanya di Pokhran, Rajasthan.
Operasi yang dinamakan “Smiling Buddha” ini menjadikan India sebagai negara keenam di dunia yang memiliki senjata nuklir.
5. Letusan Gunung Saint Helens, AS (1980)
Gunung Saint Helens di negara bagian Washington, Amerika Serikat, meletus dahsyat pada 18 Mei 1980.
Letusan ini memuntahkan lava setinggi 1.300 kaki dan menyebabkan sedikitnya 9 orang tewas serta 48 lainnya hilang.
Abu vulkanik menyelimuti wilayah luas dan menyebabkan gangguan besar terhadap aktivitas harian.
6. Helen Sharman, Astronot Inggris Pertama ke Luar Angkasa (1991)
Pada 18 Mei 1991, Helen Sharman, ilmuwan asal Inggris, menjadi wanita pertama dari negaranya yang terbang ke luar angkasa.
Ia menumpangi wahana luar angkasa milik Uni Soviet, menjadikannya simbol kolaborasi internasional dalam eksplorasi ruang angkasa.